BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Seminggu terakhir ini warga di Kabupaten Balangan mulai merasakan kabut asap, walaupun intensitasnya masih belum pekat, namun di beberapa wilayah khususnya di daerah pegunungan kabut asap cukup pekat dirasakan oleh warga.
Salah satu wilayah pegunungan yang seminggu belakangan kabut asap dirasakan warga, yakni didaerah Kecamatan Tebing Tinggi, berdasarkan penuturan salah satu warga, Martin kabut asap terjadi pagi dan siang hari menjelang sore.
"Sudah seminggu ini kami rasakan kabut asapnya, yang pekat itu pagi hari, tapi siang hari juga ada, tapi agak kurang," ujar warga Desa Ajung ini kepada BPost.
Pagi hari lanjutnya biasa mulai pukul 04.00-08.00 wita kemudian siang mulai pukul 14.00-sampai sore, padahal menurutnya warga tak ada yang membakar lahan untuk saat ini.
"Kami menduga kabut asap ini datangnya dari daerah lain, jadi daerah pegunungan kena dampaknya," katanya yang juga sebagai Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Tebing Tinggi.
Meski intensitasnya masih belum begitu pekat, namun dampaknya mulai dirasakan warga, terutama anak-anak seperti sesak nafas dan kalau keluar rumah mata terasa perih dan pedih.
"Kalau yang sesak sih kada banyak, cuman ada, yang banyak itu mata rasa perih, apalagi kalau siang," ungkapnya.
Dirinya berharap pihak pemerintah bisa mengantisipasi dampak kabut asap lebih luas lagi, misalnya melakukan sosialisasi atau membagikan masker kepada masyarakat yang daerahnya sudah mulai merasakan kabut asap.
Lalu seperti apa di Kota Paringin dan sekitarnya, terpantau hari ini pagi menjelang siang, kabut asap tipis memang terlihat namun tak berpengaruh dengan jarak pandang.
"Kalau dikota memang agak kurang, tapi kadang ada kemarin pagi yang cukup pekat," ujar warga Paringin Syarif.

